Ruko ITC Depok. Jl. Margonda No.11, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431.

Cara Cek BPOM Skincare Sebelum Beli Online, Jangan Tergoda Harga Murah

Blog Image

Kenali izin edar, risiko kosmetik ilegal, dan tips memilih produk yang lebih aman.

Belanja skincare online memang praktis. Tinggal buka marketplace, cari produk yang sedang viral, lihat review, lalu klik checkout. Dalam beberapa menit, produk sudah masuk keranjang.

Masalahnya, cara cek BPOM skincare sering kali justru menjadi langkah yang dilewatkan.

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan dalam intensifikasi pengawasan tahun 2026, dengan nilai keekonomian sekitar Rp35,8 miliar.

Pengawasan tersebut mencakup peredaran kosmetik di sarana distribusi maupun platform online.

Angka tersebut menjadi pengingat sederhana: produk yang terlihat meyakinkan di layar ponsel belum tentu otomatis memenuhi ketentuan.

Jadi, sebelum tergoda harga murah, kemasan cantik, atau testimoni yang memenuhi kolom komentar, ada baiknya luangkan waktu sebentar untuk mengecek legalitas produk.

Kenapa Skincare Perlu Dicek Sebelum Dibeli?

Skincare digunakan langsung pada kulit. Karena itu, konsumen perlu mengetahui apakah produk yang dibeli memang memiliki legalitas yang sesuai.

Dalam pengawasan Mei 2026, BPOM menemukan 2.205 item kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan dari sarana yang diawasi. Mayoritas merupakan kosmetik ilegal, disusul kosmetik impor tanpa dokumen yang dipersyaratkan, kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau bahan dilarang, serta produk yang penggunaannya tidak sesuai dengan definisi kosmetik.

Masalahnya tidak berhenti pada toko fisik.

BPOM juga menemukan 9.042 tautan online yang melanggar ketentuan peredaran kosmetik. Estimasi nilai keekonomiannya mencapai Rp260,7 miliar. Sebagian besar pelanggaran tersebut berkaitan dengan kosmetik tanpa izin edar.

Artinya, konsumen perlu lebih teliti ketika membeli skincare melalui marketplace maupun media sosial.

Cara Cek BPOM Skincare dengan Mudah

Kabar baiknya, pengecekan legalitas produk tidak harus rumit.

BPOM menyediakan database resmi Cek Produk yang dapat digunakan masyarakat untuk mencari produk kosmetika berdasarkan beberapa informasi, termasuk nomor registrasi, nama produk, merek, kemasan, komposisi, nama pendaftar, dan status produk.

Cek Produk Kosmetika BPOM

Secara sederhana, kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut.

1. Cari Nomor Registrasi pada Kemasan

Sebelum membeli, lihat bagian kemasan produk.

Cari informasi mengenai nomor registrasi atau notifikasi kosmetik yang tercantum pada produk. Jangan hanya melihat tulisan “BPOM” pada desain kemasan.

Nomor tersebut perlu diverifikasi melalui database resmi BPOM.

2. Masukkan Data Produk ke Database BPOM

Setelah menemukan informasi registrasi, buka layanan Cek Produk BPOM.

Kamu dapat mencari berdasarkan nomor registrasi atau menggunakan informasi lain yang tersedia dalam sistem.

Jika produk terdaftar, periksa apakah informasi yang muncul sesuai dengan produk yang sedang kamu lihat.

Perhatikan nama produk, merek, pendaftar, bentuk sediaan, dan statusnya.

3. Jangan Hanya Percaya pada Foto Nomor BPOM

Ini penting ketika berbelanja online.

Penjual dapat menampilkan foto kemasan yang terlihat lengkap dan profesional. Namun, foto tersebut bukan bukti bahwa produk yang dikirim benar-benar sesuai dengan data yang terdaftar.

Karena itu, lakukan pengecekan melalui database resmi.

Jika informasi pada produk tidak sesuai dengan data yang ditemukan, sebaiknya jangan buru-buru melakukan pembelian.

Waspadai Skincare yang Terlalu Murah

Harga murah memang menggoda.

Apalagi kalau produk yang biasanya dijual dengan harga ratusan ribu tiba-tiba ditawarkan dengan harga yang jauh lebih rendah.

Namun, harga murah bukan otomatis berarti produk ilegal. Begitu juga harga mahal bukan jaminan bahwa produk pasti aman.

Yang lebih penting adalah melihat legalitas, informasi produk, penjual, dan klaim yang digunakan.

Jangan sampai keputusan membeli hanya berdasarkan tulisan “promo besar”, “stok terakhir”, atau “viral di TikTok”.

Konsumen tetap perlu melakukan pemeriksaan sendiri.

Jangan Mudah Percaya Klaim Berlebihan

Selain legalitas, perhatikan juga bahasa promosi.

BPOM menyebut klaim berlebihan (overclaim) menjadi salah satu persoalan dalam peredaran kosmetik di ruang digital. Dalam pengawasan media online 2026, BPOM menemukan pelanggaran yang tidak hanya berkaitan dengan izin edar dan bahan berbahaya, tetapi juga klaim dan cara penggunaan yang tidak sesuai dengan definisi kosmetik.

Misalnya, kamu menemukan produk yang menjanjikan hasil sangat ekstrem dalam waktu sangat singkat.

Jangan langsung percaya hanya karena banyak orang memberikan komentar positif.

Coba tanyakan:

Apakah klaim tersebut masuk akal untuk sebuah produk kosmetik?

Pertanyaan sederhana ini dapat membantu konsumen menjadi lebih kritis.

Hati-Hati dengan Skincare yang Viral

Produk viral sebenarnya tidak selalu buruk.

Banyak produk skincare berkualitas juga menjadi populer karena rekomendasi pengguna dan konten media sosial.

Masalahnya adalah popularitas tidak sama dengan legalitas.

Produk yang memiliki jutaan views tetap perlu dicek.

Begitu pula produk yang direkomendasikan influencer favoritmu.

Review influencer bisa menjadi referensi pengalaman penggunaan, tetapi bukan pengganti pengecekan izin edar.

Jadi, prinsip sederhananya:

Viral boleh. Langsung percaya jangan.

Apa Risiko Membeli Kosmetik Ilegal?

Risikonya tidak hanya soal uang yang terbuang.

BPOM pada pengawasan rutin triwulan II 2026 menemukan 14 produk kosmetik yang terbukti mengandung bahan berbahaya dan/atau bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetik.

Hasil pengujian laboratorium menemukan antara lain merkuri, asam retinoat, hidrokuinon, klobetasol propionat, mometason furoat, dan pewarna Merah K10 pada sejumlah produk yang ditemukan.

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak menganggap enteng produk kosmetik yang tidak jelas asal-usul atau legalitasnya.

Kulit setiap orang juga berbeda.

Produk yang terlihat “cocok” bagi seseorang di media sosial belum tentu memberikan hasil yang sama pada kulitmu.

Skincare dari Marketplace, Apakah Aman?

Jawabannya tidak bisa sekadar ya atau tidak.

Marketplace adalah sarana penjualan. Yang perlu diperhatikan adalah produk dan penjualnya.

Banyak produk legal dan resmi dijual melalui marketplace. Namun, BPOM sendiri menemukan ribuan tautan online yang tidak memenuhi ketentuan dalam pengawasan 2026.

Jadi, jangan menganggap sebuah produk otomatis aman hanya karena dijual di marketplace terkenal.

Sebelum checkout, lakukan pemeriksaan.

Cek produk.

Cek penjual.

Cek informasi pada kemasan.

Dan yang paling penting, cek legalitasnya melalui sumber resmi.

Bagaimana dengan Skincare yang Direkomendasikan Teman?

Rekomendasi teman tentu bisa membantu.

Kamu mungkin mendapatkan informasi tentang tekstur, aroma, pengalaman pemakaian, atau apakah produk terasa nyaman digunakan.

Namun, pengalaman seseorang tetap bersifat personal.

Kondisi kulit, usia, rutinitas, lingkungan, dan produk lain yang digunakan bisa berbeda.

Karena itu, gunakan rekomendasi sebagai informasi tambahan, bukan sebagai satu-satunya alasan membeli.

Jangan Lupakan Kondisi Kulit Sendiri

Ada satu hal yang sering terlupakan ketika kita sibuk mengecek produk: kondisi kulit sendiri.

Produk yang legal belum tentu otomatis menjadi produk yang paling cocok untuk semua orang.

Misalnya, seseorang dengan kulit berminyak mungkin memiliki kebutuhan berbeda dengan seseorang yang kulitnya kering atau sensitif.

Begitu juga ketika seseorang sedang mengalami masalah kulit tertentu.

Kalau kondisi kulit terus bermasalah, muncul iritasi berat, atau keluhan tidak membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Perawatan di salon dapat menjadi bagian dari perawatan kecantikan dan relaksasi, tetapi tidak menggantikan diagnosis atau terapi medis.

Beauty Care Bukan Sekadar Mengejar Kulit Glowing

Tren kecantikan sering membuat kita mengejar hasil akhir: glowing, cerah, mulus, atau terlihat lebih muda.

Padahal, kulit yang sehat seharusnya menjadi prioritas.

Memilih skincare dengan lebih hati-hati merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kulit sendiri.

Tidak harus punya sepuluh produk.

Tidak harus mengikuti semua tren.

Dan tidak harus membeli produk yang sedang viral.

Lebih baik memahami kebutuhan kulit, memilih produk yang legal, membaca informasi pada kemasan, dan menggunakan produk sesuai petunjuk.

Kalau Masih Bingung Memilih Perawatan, Mulai dari Kebutuhannya

Perawatan kecantikan tidak harus selalu dimulai dari pertanyaan:

“Produk apa yang sedang viral?”

Coba ubah menjadi:

“Kulit saya sebenarnya membutuhkan apa?”

Dari sini, keputusan perawatan menjadi lebih masuk akal.

Kamu bisa mulai dengan mengenali kondisi kulit, kebiasaan sehari-hari, produk yang digunakan, serta tujuan perawatan.

Jika ingin mendapatkan pengalaman perawatan kecantikan secara langsung, salon muslimah juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk perawatan nonmedis seperti facial dan layanan kecantikan lainnya.

Moz5 Salon Muslimah sebagai Pilihan Perawatan Kecantikan

Bagi muslimah yang ingin mendapatkan layanan kecantikan dalam suasana khusus perempuan, Moz5 Salon Muslimah merupakan salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan.

Moz5 menyediakan berbagai kategori layanan kecantikan, termasuk perawatan rambut, wajah, tubuh, dan layanan lainnya. Daftar layanan dapat berubah sehingga informasi terbaru sebaiknya dilihat melalui situs resmi Moz5.

Untuk mengetahui lokasi Moz5 Salon Muslimah, bisa lihat di link Outlet kami.

Yang perlu digarisbawahi, memilih salon dan memilih skincare adalah dua kebutuhan yang berbeda.

Salon dapat membantu memberikan pengalaman perawatan dan pemeliharaan kecantikan, sedangkan legalitas produk skincare yang kamu beli tetap perlu kamu cek sendiri.

Dengan kata lain, konsumen tetap menjadi pihak pertama yang perlu bersikap kritis terhadap produk yang digunakan.

Checklist Sebelum Checkout Skincare

Supaya tidak lupa, simpan checklist sederhana ini sebelum membeli skincare online:

1. Cek nomor registrasi atau informasi legalitas produk.

2. Cari produk melalui database resmi BPOM.

3. Cocokkan nama produk dan informasi yang muncul.

4. Periksa kondisi kemasan.

5. Jangan mudah percaya klaim yang terlalu berlebihan.

6. Perhatikan reputasi penjual.

7. Jangan menjadikan harga murah sebagai satu-satunya alasan membeli.

8. Pastikan produk sesuai dengan kebutuhan kulit.

Kedelapan langkah tersebut mungkin hanya membutuhkan beberapa menit.

Namun, beberapa menit untuk mengecek produk tentu jauh lebih baik daripada menyesal setelah produk digunakan.

Meningkatnya transaksi skincare dan kosmetik melalui platform digital membuat konsumen memiliki pilihan produk yang semakin banyak. Di sisi lain, banyaknya pilihan juga berarti semakin penting untuk bersikap cermat.

Temuan BPOM pada 2026 menunjukkan bahwa persoalan kosmetik ilegal dan produk yang tidak memenuhi ketentuan masih perlu mendapatkan perhatian. Dalam pengawasan media online saja, BPOM menemukan 9.042 tautan yang melanggar ketentuan.

Jadi, sebelum membeli skincare karena kemasannya menarik, harganya murah, atau sedang viral, berhenti sebentar dan lakukan pengecekan.

Cara cek BPOM skincare bukan langkah tambahan yang merepotkan. Ini justru salah satu langkah paling sederhana untuk menjadi konsumen beauty yang lebih cerdas.

Karena kulit yang sehat bukan dimulai dari produk yang paling viral.

Kulit yang sehat dimulai dari pilihan yang lebih bijak.

Tanya Jawab

Bagaimana cara cek BPOM skincare?
Gunakan layanan resmi Cek Produk BPOM dan cari berdasarkan nomor registrasi, nama produk, merek, atau informasi lain yang tersedia. Setelah menemukan produk, cocokkan informasi database dengan produk yang ingin dibeli.

Apakah skincare yang viral pasti aman?
Tidak. Popularitas di media sosial bukan bukti legalitas atau keamanan produk. Produk tetap perlu diverifikasi melalui sumber resmi.

Apakah semua skincare murah ilegal?
Tidak. Harga murah tidak otomatis berarti ilegal. Yang perlu diperiksa adalah legalitas, informasi produk, penjual, dan kesesuaian produk dengan ketentuan yang berlaku.

Mengapa harus mengecek BPOM sebelum membeli skincare?
Karena BPOM masih menemukan kosmetik ilegal dan kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk melalui platform online. Pada intensifikasi pengawasan 2026, BPOM menemukan lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik tidak memenuhi ketentuan